Sebuah
kesenangan tersendiri bagi penulis jika tulisannya ternyata terbit di media,
entah itu media online atapun media cetak. Mungkin berbagai motif yang
jadi dasar tiap penulis ingin tulisannya dimuat. Tak dapat dipungkiri, apalagi
bisa menghasilkan cuan, banyak sedikitnya justru tergantung media mana tulisan
itu dikirim dan setiap media punya standar nilai dan bayaran masing-masing.
Lagi
pula, tidak selalu tulisan yang masuk ke meja redaksi akan tembus dan layak
untuk dimuat, hingga menjadi momok menakutkan oleh seorang penulis, terutama
penulis yang baru pertama kali.
Sebelum
mengirimnya tentu kamu harus tahu apa yang perlu disiapkan dan mengetahui
syarat dan ketentuan yang ada. Sepanjang saya mengirim tulisan berupa puisi dan
artikel, sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi bagaimana kualitas tulisan dan
pendalaman kamu saja.
Nah,
apa saja yang harus disiapkan, yuk, simak sampai habis!
1.
Riset Media
Begitu
dianjurkan untuk meriset media online atau media cetak mana sebagai
tujuan tulisanmu, jangan sampai kamu menulis puisi malah mengirim ke media yang
tidak menyediakan rubik puisi. Oleh kerenanya, penting sekali mengenal calon
media sebelum mengirim tulisan, lalu membaca syarat dan ketentuan dari media
tersebut, kadang kalau salah satu syaratnya tidak dipenuhi akan mengakibatkan
tulisan kamu enggan dipertimbangkan.
2.
Menentukan Jenis Tulisan
Setelah
riset, barulah mulai menulis yang kamu inginkan, mau itu puisi, opini, cerpen, esai
dan lain sebagainya. Terpenting, sesuaikan saja dengan kamu lebih paham menulis
yang mana agar tidak kesusahan menulis tema tertentu.
3.
Memastikan Format Naskah
Secara
umum, hampir semua media menetapkan format itu font Time New Roman,
spasi 1,5, 12, kertas A4 dengan jumlah kata 500-5000 untuk cerpen dan artikel, serta 5-7 judul untuk puisi. Perlu diingat, lengkapi foto diri, biodata singkat penulis,
nomor kontak, akun media sosial dan nomor rekening (ditulis jika media online
ataupun cetak menyediakan honor) yang biasanya berada di akhir halaman.
4. Email
Ada
beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika mengisi email:
Pertama,
subjek email, bisa ditulis sesuai tulisan apa yang akan kamu kirim,
misalnya puisi, maka subjek email, "Puisi - Nama Penulis"
Kedua,
badan email, menulis badan email kamu dapat memulainya dengan titimangsa (berisi: tempat, tanggal, bulan dan tahun), media tujuan, salam pembuka, pemberitahuan file telah dilampirkan, ucapan terima kasih dan
salam penutup.
Contoh
badan email:
Padang,
13 Februari 2022
Kepada
Yth.
Redaktur Puisi Republika
di
tempat
Salam hormat,
Di dalam email ini, saya kirimkan beberapa puisi di lampiran. Saya sangat berharap dapat dibaca dan kelayakan pemuatannya sepenuhnya hak Redaktur. Atas pembacaan dan
pertimbangan, saya ucapkan terima kasih.
Hormat
saya,
Zikri
Amanda Hidayat
Ketiga,
melampirkan file naskah dalam format Word (.doc atau .docx)
Nah,
jangan sampai tertinggal apa pun ketika kamu mengisi email, boleh jadi
karena tak teliti lupa menulis subjek, bahkan fatalnya lupa melampirkan file naskah
di badan email.
5.
Sabar Menunggu
Selanjutnya
adalah sabar menunggu, sebab sebagian media online maupun cetak tak ada
pemberitahuan bahwa tulisan kamu lolos kurasi dan akan diterbitkan. Biasanya,
dalam kurun dua bulan lamanya tiada kabar maka dinyatakan tulisan yang kamu
kirim tidak lolos. Namun, ada pula sebagian media online maupun cetak tetap menghubungi
penulis lewat email, telepon dan SMS.
Itulah
beberapa tata caranya berdasarkan pengalaman saya selama ini menulis untuk
media. Semoga bermanfaat, ya.
Selamat
berkarya.
.jpeg)
0 Komentar