Menjadi penulis, pastinya tidak lepas dari menulis. Sebab, peka terhadap segala sesuatu yang mampu menuangkan sebuah ide dan serangkaian fenomena atau momen ke dalam bentuk karya yang dapat dinikmati.

Adanya media sosial sarana penulis melahirkan karya-karya luar biasa untuk dikenal oleh pembaca lebih luas. Alhasil, sekarang, mudahnya mengakses internet hingga berbagai kalangan, menjadi penulis termasuk yang cukup digemari dan digulati, baik itu penulis cerpen, puisi, esai, novel, artikel atau bahkan penulisan konten non-fiksi.

Meski demikian, tidak mudah mencapai ke tingkat penulis profesional bahkan menetapkan sebagai profesi. Namun, untuk bisa bertahan dari banyak saingan, tentu harus mempersiapkan diri berupa skill setidaknya kemampuan pendukung selain menulis, maka terdapat skill atau kemampuan pendukung yang perlu dimiliki oleh penulis agar mampu menarik atensi pembaca.

Apa saja skill pendukung tersebut? Yuk, baca ulasan yang sudah saya rangkum, di antaranya:

1. Desain

Selain menulis, penulis memang perlu paham desain, meski tidak sampai tahu seluk-beluk perihal desain tersebut, tetapi dasarnya saja sudah menjadi modal penulis untuk menciptakan desain yang enak dipandang.

Apalagi, banyak aplikasi android yang dapat digunakan dalam mendesain, misalnya salah satu yaitu canva, dengan kelengkapan template, ragam font, elemen dan berbagai komponen desain lainnya yang siap dikreasikan.

Tentu ketika membutuhkan cover buku untuk platform atau aplikasi menulis, lantas terbantu soal membuat cover buku hingga memangkas waktu jika menyuruh desainer melakukannya. Pun, menghemat biaya bila menggunakan jasa atau teman yang pandai dalam mendesain.

2. Tipografi

Selanjutnya, skill tipografi. Kemampuan tata letak sebuah teks yang biasanya disandingkan dengan gambar. Tipografi adalah cara memvisualkan tulisan menjadi menarik, sehingga tidak banyak lagi tulisan yang dihadirkan ke media sosial hanya bentuk caption. Tak jarang, mem-publish gambar yang kadang acak tidak sinkron dengan tulisan caption di Instagram, membuat pembaca melewatkan begitu saja.

Karenanya, jangkauan pembaca terhadap tulisan tersebut tidak mencapai harapan yang diinginkan. Namun, memiliki kemampuan tipografi ini memaksimalkan tulisan dalam menyampaikan makna yang termaktub di dalamnya. Sebab, kejelasan tulisan yang dihadirkan menambah ketertarikan pembaca untuk sejenak membaca.

3. Editing Video

Terakhir, skill editing video. Tak bisa dipungkiri, konten video sudah menjadi konten masa kini, karena kecendrungan orang-orang terhadap kemudahan yang ingin didapat, mereka lebih senang dan suka mengkonsumsi sesuatu dalam bentuk video. Sebab, mereka kerap mengantuk ketika membaca di website atau bahkan buku. Maka, tak heran mereka beralih mencari tulisan-tulisan dalam format video.  

Ditambah, gencarnya aplikasi android gratis yang mudah dipahami saat mengedit, dan populernya tiktok dengan video pendek yang diminati berbagai kalangan, apalagi tulisan pada video lalu diiringi musik yang galau atau menyenangkan, justru menghadirkan tulisan lebih mengena ke hati pembaca dan berkesempatan dilirik bahkan disukai pembaca.

Meski mengedit video itu kegiatan yang membutuhkan kreativitas, tetapi dengan mempelajari dasar serta tahu penggunaan dari warna, menambah teks, pencahayaan, sudut kamera dan transisi. Bukan tidak mungkin mampu menghasilkan video tulisan atau video narasi menjadi penyampaian yang imajinatif dan informatif.

Nah, itulah 3 skill pendukung yang perlu dimiliki oleh penulis. Semoga dari apa yang saya rangkum dapat dipahami dan bermanfaat ya teman-teman. Selamat berkarya.