Zikri Amanda Hidayat
Padang, 05-06-2021
Niat awal, agar lebih leluasa mengerjakan proposal skripsi.
Dari kampungku, Lakitan menuju kota Padang seperti ada luapan semangat untuk lekas mengerjakannya.Tetapi, entah mengapa, sesampai di kos rasa malas itu bertamu dan mengikat segenap keinginanku--ini di luar dugaanku.
Aku begitu tidak ingin melakukan apa-apa, segala kesenangan semata aku guliti terus menerus hingga satu ketika membuat mataku sakit. Jelas, efek bergadang sembari memainkan gadget.
Ironisnya, dua hari, waktu terbuang sia-sia, padahal tujuanku sudah tampak untuk dikerjakan. Namun, senang sekali menunda-nunda tanpa kegiatan yang berarti.
Oleh karena itu, aku merenung, alternatif upaya menenangkan diriku sendiri, menjinakkan kemalasan yang menggrogoti. Dengan kata lain, aku mencoba memasuki pikiranku, supaya bisa membabat habis gumpalan malas di sana.
Alhasil, aku seperti mendapatkan sekelebat pemikiran;
"Bukan sedang di tempat yang salah atau tidak mendukung, melainkan pikiran yang terlalu berlebihan alias overthinking."
Aku dalami dan pahami maksudnya, ternyata memang, aku harus membereskan terlebih dahulu isi kepalaku dan mengubah pola pikir (mindset), barulah aku kembali kuatkan niat dan mengerjakan apa yang seharusnya aku kerjakan.
***
"Malas itu reaksi relatif. Dirimu sendiri adalah kendali penuh terhadap sesuatu yang dikerjakan. Maka, jika pikiran masih belum beres, apa pun itu, satu hal tersebut adalah penghalang besar untuk memulai."
-- bhang izhik
(pengingat diri sendiri)
1 Komentar
Blogger Kece nih bg, Senggol dong bg🤣
BalasHapus